Hay, September. Ciyee yang udah
dinanti-nanti akhirnya dateng juga. :)
Tidak seperti biasanya, ulang tahun kali
ini lebih bernuansa berbeda. Untuk pertama kalinya aku tidak merayakannya
bersama keluarga di rumah, melainkan disini, di rumah keduaku, Kost Wisma
Muwardi.
Aku menunggu orang special yang akan
mengucapkan selamat ulang tahun padaku tepat tengah malam. Tapi sepertinya
khayalanku terlalu tinggi jika aku mengharap seseorang special itu. Tepat pukul
00.02, bukanlah sms dari seseorang yang special justru sms dari kartu Tri. Si
kartu always on ini memang selalu mengirim pesan setiap malam tentang sisa
kuota internet. Sempat kecewa.
Terima kasih untuk Sole, sobatku yang kini
di Undip. Yang sms pada pukul 02.51. Walaupun hanya sebuah kata-kata singkat
tapi kamu menjadi orang yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun
kepadaku. Semangat ospeknya ya. Kangeen.
Yang paling penting adalah ucapan dan doa
dari keluarga tercinta. Biarpun Bapak tidak secara langsung mengucapkan selamat
ulang tahun kepadaku seperti adik dan Ibu, aku tahu ayah pasti selalu
mendoakanku. Doakan aku disini baik-baik saja dan bisa menjadi yang lebih baik
Pak, Bu. Aku akan berusaha untuk tidak
mengecewakan kalian. Sebelum keberangkatanku ke Semarang, aku sudah
tukar menukar kado dengan adikku. Adikku membelikan aku jam tangan berwarna
putih. Tapi sekarang sudah mati dan warnanya berubah menjadi kecoklatan.
Sedangkan aku memberi hadiah untuknya sebuah sweeter dengan uang hasilku
bekerja menjaga warnet selama libur sehabis UAN.
Umami, temi, yutemi. Panggilan untuk
temanku yang ternyata masih ada hubungan saudara jauh denganku. Dalam smsnya,
dia begitu heboh sekali. Iya aku tau kamu masih 17 tahun. Masih unyu-unyu,
katanya.
Ehem, ada yang gagal ngasih surprise nih. Ceritanya
itu karena Hpnya yang mati jadi belum bisa ngasih surprise. Kasihan. Belum bisa jadi orang yang pertama,
terpaksa jadi orang ke-enam yang mengucapkan selamat ulang tahun. Aku masih
menunggu kejutan dari kamu.
Aku pikir, my bestieku, Ayum, yang sekarang
ada di IKIP Semarang melupakan ulang tahun sahabatnya tercinta ini. Tidak
mungkin. Dia hanya ingin member kesan dengan mengucapi jam 2 siang lebih 9
menit. 02.09. Seperti kelahiranku, 2 September. Kamu memang kreatif sekali.
Kangen kamu.
Aku tidak menyangka kalau Yut akan menelfon
dan menyanyikan lagu Happy Birthday untukku. Dengan nakalnya dia menyebutku
pesek. Menyebalkan. (Ecco Victor Alfa Wisky Uniform Lima Alfa November Sierra
Alfa Romeo India), katanya itu adalah sandi pelayaran untuk namaku. Bisa-bisa
aku melting dibuatnya. Kemapa kamu tidak bisa seromantis ini ya?
Dan ini yang paling membuatku semi
terkejut. Setelah selesai ditelfon, aku kembali ke kamar. Silvi, teman
sekamarku, keluar dari kamar. Lampu kamar tampak gelap. Katanya di dalam tidak
ada orang dan untuk menghemat listrik. Namun saat aku membuka pintu kamar,
lampu tiba-tiba dinyalakan. Di kamar yang sekarang sudah terang, terlihat 5
orang dengan setampah nasi tumpeng ala kadarnya menyanyikan lagu selamat ulang
tahun untukku. Aku tidak terlalu terkejut dengan kejutan ini, karena sebelumnya
si Hana salah mengirim sms. Yang seharusnya bertanya pada Lina apakah hari ini
ulang tahunku, malah dikirimnya ke aku. Lucu sekali. Biar begitu ini tetap menjadi
surprise terindah untukku.
Kokom dan Deot, aku senang kalian masih
ingat kepadaku. Walaupun kalian telat mengucapinya tapi terima kasih. Jangan
lupakan aku kawan. Ndot apa lupa dengan ulang tahunku atau memang tidak
perduli? :(
Terima kasih juga untuk Lintut, Samilul,
Fanteh, mbak rizki, mbak fifi dan orang-rang lain yang tidak bisa disebutkan
satu persatu. Aku sayang kalian. :*








